Saya mau menceritakan tentang pengalaman saya mengajar meskipun itu baru sebentar.
Saya guru yang sangat aktif bergerak dan juga saya sangat suka berdiskusi dengan anak-anak. Bahkan tidak jarang saya mengatakan pada mereka "bukan saya yang pintar hanya saja saya hidup jauh lebih lama dari kalian". Supaya ketika kami berdiskusi tidak terkesan kaku dan menggurui. Bukan menjadi manusia sempurna di hadapaan mereka namun menjadi teman belajar yang menyenangkan.
Saya juga punya aturan tidak tertulis di sekolah kami yang kami sepakati bersama anak-anak dan guru. Bahwa setiap kami berbuat salah kami akan di beri hukuman dan itu berlaku untuk semua bukan hanya siswa dan kami benar-benar menerapkannya.
Saya mau membangun ekosistem baru di lingkungan belajar kami bahwa kesalahan tidak hanya bisa di lakukan oleh anak-anak bahkan orang dewasa juga bisa melakukannya.
Saya tidak ingin anak-anak merasa hukum itu bertindak tidak adil untuk mereka. Saya ingin hukum yang benar-benar adil di mata mereka. Tidak perduli siapa yang salah dia harus tetap di hukum.
kegiatan lain yang sering kami lakukan juga berdiskusi terbuka. Mereka bebas bertanya dan berpendapat. Mereka berhak mendapat apresiasi saat mereka menjawab atau berpendapat. Hal itulah yang membuat mereka tidak membuat jarak terlalu jauh dengan kami.
kami juga jarang menegur mereka ketika melakukan sesuatu. Selama itu tidak berbahaya untuk dirinya dan orang lain kami tidak pernah melarang. Bukan karena malas melarang. Tapi bukannya mereka juga butuh ruang untuk berekspresi.
Sebagian besar teman saya mengajar juga sama seperti saya. Sehingga lingkungan sekolah kami cukup ramai dengan suara siswa dan pergerakan mereka juga. Mereka hormat pada kami tapi tidak pasif. Sehingga mereka juga tidak takut dengan orang baru dan tempat baru sangking pemberaninya.
Mereka tidak ragu menanyakan hal-hal yang mereka rasa itu baru mereka dengar. Mereka juga selalu menyapa saya dengan antusias di luar maupun di dalam sekolah. Hal ini menurut saya baik. Tapi baik dan tidak itu tergantung mata mana yang melihat bukan?
Hari ini senin 18 mei 2026 dua orang dari dinas pendidikan datang untuk meninjau sekolah kami. Kebetulan beliau datang pada saat jam istirahat siswa.
Seperti yang sudah saya jelaskan mereka tidak takut apapun dan siapapun. Sekali lagi mereka cuma tidak takut bukan tidak hormat.
Dua orang dari dinas pendidikan itu bercerita bahwa saat tiba di sekolah kami dan melihat betapa aktifnya anak didik kami mereka merasa anak-anak ini terlalu aktif tidak seperti di sekolah lain yang muridnya cenderung diam ketika orang asing datang. Beliau berdua mengatakan seolah hal ini tidak terlalu baik.
Sejenak saya merenung. Memang beberapa kali saya ke sekolah lain murid-muridnya tidak seaktif murid saya tapi saya malah merasa aneh ketika murid SD terlalu tenang.
Saya berpikir apakah ada yang salah dari pola mengajar kami? Atau mungkin sebenarnya murid itu harus selalu setenang dan sediam itu? Apa murid saya terlalu pemberani sehingga terlihat tidak sopan dimata orang lain?
Tapi disisi lain saya merasa bukannya pendidikan itu berfungsi untuk menciptakan manusia pemberani dan merdeka. Bukannya aktif itu adalah sifat alami anak-anak.
Apakah pendidikan sebenarnya tidak pernah benar-benar berkembang. Karena beberapa pendidik senior ingin menerapkan pola pendidikan yang sama seperti puluhan tahun lalu, dimana siswa takut pada gurunya bahkan tidak berani menyapa gurunya dengan ceria.
Ini hanya sedikit keresahan yang saya alami di sekolah. Keresahan ini bukan untuk menghakimi dunia pendidikan.
Terimakasih semoga pembaca bisa mengerti dengan keresahan yang saya alami.
Sampai ketemu lagi..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar